Daftar Bimbel
Hikmah

Menjaga Kebersihan, Membentuk Akhlak Mulia dari Diri Sendiri

Amiruddin
32 min read · Sep 11, 2026
Menjaga Kebersihan, Membentuk Akhlak Mulia dari Diri Sendiri
Ilustrasi Menjaga Kebersihan Akhlak Terhadap Diri Sendiri
Kebersihan bukan sekadar persoalan penampilan atau kenyamanan. Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan merupakan bagian dari akhlak terhadap diri sendiri dan memiliki hubungan erat dengan keimanan.

Pesan tersebut tercermin dalam hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa “kebersihan bagian dari keimanan.” (HR. Muslim). 

Karena itu, membiasakan diri hidup bersih dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tubuh, pakaian, mulut, hingga lingkungan sekitar merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri sekaligus bagian dari menjalankan ajaran agama.

Allah Menyukai Orang yang Bersih


Al-Qur'an memberikan perhatian terhadap kebersihan dan kesucian. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 disebutkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. 

Pesan serupa juga terdapat dalam QS. At-Taubah ayat 108. Ayat tersebut menggambarkan orang-orang yang ingin membersihkan diri dan menegaskan bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersih. 

Kebersihan dalam konteks ini bukan hanya tentang apa yang terlihat. Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga kesucian diri, termasuk ketika seseorang hendak melaksanakan ibadah.

Bersih Sebelum Beribadah


Salah satu bentuk menjaga kebersihan dan kesucian diri adalah bersuci sebelum salat. Al-Qur'an menjelaskan tata cara bersuci dalam QS. Al-Maidah ayat 6, antara lain dengan membasuh wajah dan tangan, mengusap kepala, serta membasuh kaki. Bagi kondisi tertentu, ayat tersebut juga menjelaskan kewajiban bersuci dan ketentuan tayamum ketika tidak menemukan air. 

Selain itu, Allah memerintahkan untuk membersihkan pakaian sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muddatsir ayat 1–4. Perintah tersebut menunjukkan bahwa kebersihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim. 

Kebersihan Diri Dimulai dari Kebiasaan Kecil


Menjaga kebersihan diri dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Materi dalam PDF juga mengutip hadis tentang beberapa perkara fitrah, seperti memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan menjaga kebersihan bagian tubuh lainnya. 

Hadis lain yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha juga menyebutkan beberapa perkara fitrah, di antaranya bersiwak, memotong kuku, mencuci bagian-bagian tubuh, mencabut bulu ketiak, serta mencukur bulu kemaluan. 

Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan secara konsisten, kebiasaan menjaga kebersihan dapat menjadi bagian dari akhlak sehari-hari.

Menjaga Kebersihan Mulut


Kebersihan mulut juga mendapat perhatian dalam ajaran Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa siwak merupakan sarana untuk membersihkan mulut dan mendapatkan rida Allah. 

Dalam hadis lainnya, Rasulullah juga menyampaikan keinginan untuk memerintahkan umatnya bersiwak setiap kali berwudu apabila hal tersebut tidak memberatkan mereka. 

Anjuran bersiwak juga disebutkan berkaitan dengan salat. Hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari menyebutkan bahwa Rasulullah berharap dapat memerintahkan umatnya untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan salat jika tidak memberatkan mereka. 

Kebiasaan menjaga kebersihan mulut menjadi salah satu contoh bahwa perhatian terhadap kebersihan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Kebersihan Lingkungan Juga Perlu Dijaga


Menjaga kebersihan tidak berhenti pada diri sendiri. Lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan.

Dalam materi tersebut, terdapat hadis yang melarang buang air di air yang tergenang karena dapat mengotori sumber air yang digunakan. 

Larangan serupa juga disebutkan terkait buang air di air yang mengalir. Selain itu, Rasulullah melarang perbuatan buang air di jalan yang biasa dilalui manusia atau tempat yang digunakan untuk berteduh. 

Pesannya sederhana: ruang yang digunakan bersama perlu dijaga kebersihannya. Jangan sampai kenyamanan orang lain terganggu karena kebiasaan yang tidak memperhatikan lingkungan.

Bahkan di tempat ibadah, kebersihan menjadi perhatian. Dalam hadis yang dikutip dalam materi, meludah di dalam masjid disebut sebagai sebuah kesalahan dan dianjurkan untuk membersihkannya. 

Materi tersebut juga memuat anjuran untuk membersihkan halaman. 

Bersih Sebelum Tidur


Menjaga kebersihan juga dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum beristirahat. Dalam hadis yang diriwayatkan Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah mengajarkan agar seseorang berwudu ketika hendak tidur, kemudian berbaring di sisi kanan dan membaca doa yang diajarkan beliau. 

Hadis lainnya menyebutkan keutamaan orang yang tidur dalam keadaan suci. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa malaikat mendoakan orang yang tidur dalam keadaan suci. 

Kebiasaan bersuci sebelum tidur dengan demikian menjadi salah satu bentuk pembiasaan diri untuk menjaga kebersihan sekaligus mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Bersih Sebelum Makan


Kebiasaan sederhana lainnya adalah mencuci tangan sebelum makan atau minum.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa ketika Rasulullah hendak makan atau minum, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu. Setelah itu, barulah beliau makan atau minum. Hadis tersebut diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i. 

Bagi anak-anak dan pelajar, kebiasaan seperti ini dapat dikenalkan dan dibiasakan sejak dini. Kebersihan tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Sering kali, karakter justru terbentuk melalui kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.

Membiasakan Bersih, Membentuk Karakter


Menjaga kebersihan pada akhirnya bukan hanya tentang tubuh yang bersih atau lingkungan yang rapi. Lebih dari itu, kebersihan dapat menjadi bagian dari pembentukan akhlak.

Dari kebiasaan membersihkan diri, menjaga pakaian, merawat kebersihan mulut, menjaga lingkungan, bersuci sebelum beribadah, hingga mencuci tangan sebelum makan, semuanya mengajarkan satu hal: peduli terhadap kebersihan perlu dimulai dari diri sendiri.

Bagi pelajar, kebiasaan hidup bersih juga dapat menjadi bagian dari kedisiplinan sehari-hari. Sebab, karakter yang baik tidak hanya dibentuk melalui pengetahuan, tetapi juga melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Menjaga kebersihan mungkin dimulai dari hal kecil. Namun, ketika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membentuk lingkungan yang lebih nyaman sekaligus pribadi yang lebih tertib dan bertanggung jawab.

Wallahu a’lam..
Amiruddin

Ditulis oleh Amiruddin

Penulis di KabarNF

Lihat Profil