Daftar Bimbel
Event

Milad ke-41 Bimbel Nurul Fikri Hadirkan Rangkaian Kegiatan Sarat Kebersamaan

Amiruddin
40 min read · Sep 26, 2026
Milad ke-41 Bimbel Nurul Fikri Hadirkan Rangkaian Kegiatan Sarat Kebersamaan
Simbolis penyerahan hadiah oleh manajer divisi organisasi Bimbel Nurul Fikri Insan Purnama kepada pemenang lomba badminton pegawai
Dari Khataman Al-Qur’an hingga kompetisi akademik, rangkaian Milad ke-41 menjadi ruang bagi pegawai, siswa, dan alumni untuk bertumbuh, berkreasi, serta mempererat kebersamaan

Menjelang puncak peringatan Milad ke-41, Bimbingan Belajar Nurul Fikri menghadirkan sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai unsur keluarga besar Nurul Fikri. Rangkaian tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan menjadi bagian dari perjalanan menuju puncak perayaan yang mengusung tema “Membersamai Perjalanan Juara.”

Berbeda dari perayaan yang hanya berpusat pada satu seremoni, Milad ke-41 Bimbel Nurul Fikri dibangun melalui sejumlah kegiatan yang berlangsung sebelum acara puncak. Mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga, kompetisi, kesehatan, hingga ruang kreativitas bagi siswa dan alumni.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan yang tidak hanya memperingati bertambahnya usia lembaga, tetapi juga memberi ruang bagi keluarga besar Bimbel Nurul Fikri untuk berinteraksi, berpartisipasi, dan merasakan semangat kebersamaan.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-41 adalah Khataman Al-Qur’an 30 Juz. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan membaca satu juz setiap hari mulai 25 Agustus hingga 25 September 2026.

Khataman Al-Qur’an menjadi salah satu rangkaian yang memberikan dimensi spiritual dalam peringatan Milad ke-41. Pelaksanaannya yang berlangsung selama satu bulan juga membuat kegiatan tersebut menjadi proses yang mengiringi perjalanan menuju puncak perayaan.

Setiap hari, satu juz diselesaikan hingga akhirnya seluruh rangkaian 30 juz dapat dituntaskan menjelang puncak Milad.

Bagi sebuah lembaga pendidikan, momentum milad bukan hanya tentang merayakan usia. Ada ruang untuk melakukan refleksi, memperkuat nilai, sekaligus mengingat kembali bahwa perjalanan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari pembentukan karakter.

Pegawai Bertemu dalam Semangat Sportivitas

Rangkaian kegiatan Milad ke-41 juga memberikan ruang bagi para pegawai untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan melalui Porseni Pegawai.
Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, yakni badminton, catur, dan tenis meja.

Pilihan cabang tersebut menghadirkan karakter permainan yang beragam. Badminton dan tenis meja membutuhkan kecepatan serta ketepatan, sementara catur mengandalkan konsentrasi dan strategi.

Namun, lebih dari persoalan menang atau kalah, kegiatan olahraga menjadi ruang perjumpaan antarkaryawan. Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas organisasi, kegiatan semacam ini memberikan kesempatan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan dalam suasana yang berbeda.

Semangat sportivitas pun menjadi bagian dari rangkaian perjalanan menuju Milad ke-41.

Cerdas Cermat: Menguji Pengetahuan dan Kekompakan


Tidak hanya olahraga, kemampuan berpikir dan pengetahuan para pegawai juga mendapatkan ruang melalui Cerdas Cermat Pegawai.

Kegiatan ini menghadirkan suasana kompetitif dengan cara yang berbeda. Peserta tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga perlu berkonsentrasi, berpikir cepat, dan membangun kekompakan.

Cerdas cermat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menunjukkan bahwa semangat belajar tidak berhenti pada siswa. Lingkungan pendidikan juga membutuhkan budaya belajar yang terus hidup di antara orang-orang yang menjalankan proses pendidikan itu sendiri.

Kesehatan Menjadi Bagian dari Perayaan

Rangkaian Milad ke-41 juga menyentuh aspek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu kesehatan.

Bimbel Nurul Fikri menghadirkan cek kesehatan gigi dan cek kesehatan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang puncak Milad.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah organisasi juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan orang-orang yang berada di dalamnya.

Di tengah aktivitas kerja, pembelajaran, dan berbagai agenda organisasi, kesehatan menjadi salah satu fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, kehadiran agenda kesehatan dalam rangkaian Milad memberikan warna tersendiri. 
Perayaan tidak hanya diisi kegiatan kompetitif, tetapi juga menghadirkan ruang untuk memperhatikan kondisi kesehatan.

Siswa dan Alumni Mendapat Ruang Berkarya

Semangat Milad ke-41 juga melibatkan siswa dan alumni. Salah satunya melalui Lomba Esai untuk siswa dan alumni.

Menulis memberikan ruang bagi peserta untuk menuangkan gagasan, pengalaman, maupun pandangan melalui kata-kata. Keterlibatan alumni dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan dengan lembaga tidak berhenti ketika seseorang telah menyelesaikan masa belajarnya.

Sementara bagi siswa, kegiatan menulis dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur.

Selain lomba esai, siswa juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui Lomba Kaligrafi.

Kaligrafi mempertemukan unsur seni, ketelitian, dan kreativitas. Peserta tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang menarik secara visual, tetapi juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam proses pembuatannya.

Dua kegiatan tersebut—esai dan kaligrafi—memberikan warna berbeda dalam rangkaian Milad ke-41. Jika olahraga menghadirkan semangat sportivitas dan cerdas cermat mengasah kemampuan berpikir, maka lomba esai dan kaligrafi membuka ruang bagi gagasan dan kreativitas.

Nurul Fikri Academy Championship Hadirkan Semangat Kompetisi

Rangkaian menuju puncak Milad ke-41 juga diwarnai dengan Nurul Fikri Academy Championship.

Kompetisi beregu tingkat SMA ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad yang menempatkan kemampuan akademik siswa sebagai salah satu fokus utamanya.

Kompetisi akademik bukan hanya tentang hasil akhir. Di dalamnya terdapat proses persiapan, latihan, keberanian mengikuti kompetisi, hingga pengalaman menghadapi tantangan.

Hal tersebut selaras dengan tema Milad ke-41, “Membersamai Perjalanan Juara.” Sebab, perjalanan menuju prestasi tidak berlangsung secara instan. Ada proses yang harus dilalui sebelum seseorang sampai pada pencapaian.

Dalam konteks pendidikan, proses tersebut justru menjadi bagian penting dari pembelajaran.

Sebuah Perjalanan Menuju Puncak

Beragam kegiatan yang telah dilaksanakan menjelang puncak Milad ke-41 memperlihatkan satu benang merah: perayaan dibangun melalui partisipasi banyak pihak.

Ada pegawai yang bertemu dalam kegiatan olahraga dan cerdas cermat. Ada perhatian terhadap kesehatan. Ada siswa dan alumni yang menuangkan gagasan melalui tulisan. Ada siswa yang mengekspresikan kreativitas melalui kaligrafi. Ada pula peserta yang menguji kemampuan melalui kompetisi akademik.

Sementara itu, Khataman Al-Qur’an 30 Juz memberikan dimensi spiritual yang mengiringi seluruh rangkaian menuju puncak perayaan.
Setiap kegiatan memiliki bentuk yang berbeda. 

Namun, semuanya bertemu dalam satu semangat: kebersamaan dalam perjalanan.

Itulah yang kemudian menjadi relevan dengan tema Milad ke-41 Bimbel Nurul Fikri, “Membersamai Perjalanan Juara.”

Menjadi juara bukan hanya persoalan berada di posisi teratas. Ada proses panjang yang membentuk seseorang sebelum mencapai sebuah pencapaian. 

Ada orang-orang yang memberikan dukungan, ada lingkungan yang membantu bertumbuh, dan ada pengalaman yang menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.

Rangkaian kegiatan menjelang puncak Milad ke-41 menjadi gambaran kecil dari perjalanan tersebut.
Pada akhirnya, sebuah perayaan bukan hanya tentang hari ketika seluruh rangkaian berakhir. 

Justru perjalanan menuju hari itu yang memberikan cerita.

Dari satu juz yang dibaca setiap hari, pertandingan yang mempertemukan para pegawai, pertanyaan dalam cerdas cermat, pemeriksaan kesehatan, goresan kaligrafi, tulisan siswa dan alumni, hingga kompetisi akademik—semuanya menjadi bagian dari cerita 41 tahun Bimbel Nurul Fikri.

Dan ketika seluruh rangkaian tersebut mengarah menuju puncak perayaan, satu pesan menjadi semakin jelas: perjalanan menuju prestasi akan selalu lebih bermakna ketika dijalani bersama.

Amiruddin

Ditulis oleh Amiruddin

Penulis di KabarNF

Lihat Profil